Blog Kegiatan

Memorialiasasi Rumoh Geudong ke-4 denganTema “Taloe Ingatan Lintas Generasi”

Foto Bersama Paska Aceh dan AJAR

Paska Aceh bersama AJAR (Asia Justice and Right) telah melaksanakan Memorialisasi Rumoh geudong dengan Tema “Taloe Ingatan Lintas Generasi”, pada tanggal 10 Agustus 2023 di Kantor Paska Aceh. Acara dibuka dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Direktur Paska yaitu Farida Haryani dan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Bahrul Walidin, S.H.,M.SI Staf Ahli yang mewakili  PJ. Bupati Pidie serta sambutan dari Perwakilan Wali Nanggroe yang disampaikan oleh Drs. Saifuddin Harun yang saat ini menjabat sebagai anggota Tuha Peut. Turut hadir tokoh lain dalam acara ini, seperti tokoh yang berperan penting dalam Penyelesaian Konflik yang ada di Aceh, seperti Sulaiman Abda perwakilan dari Wali Nanggroe, Masthur Yahya Ketua KKR Aceh, Mulki Makmun Program Manager AJAR, Murtala Perwakilan korban dari Simpang KKA, jumlah peserta yang hadir sekitar 650 orang.

Undangan terdiri dari  masyarakat korban dari kecamatan Glumpang Tiga, Sakti, Tiro, Mutiara Timur serta Kecamatan Trienggadeng-Pidie Jaya. Selain itu kelompok dampingan yang berasal dari kecamatan Pidie, Mutiara, Grong-grong, Sakti, Indrajaya, Simpang Tiga, Mutiara Timur, Keumala, Delima, Peukan Baroe, Batee dan Padang Tiji, organisasii Ikatan Persaudaraan Disabilitas Pidie (IPDP), organisasi Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI), PKK kabupaten Pidie, beberapa Camat wilayah dampingan, Instansi terkait, Akademisi, Mahasiswa, Aktivis, Anggota Tuha Peut Wali Nanggroe, keuchik-keuchik dan stakeholder lainnya.

Tujuan diselenggarakannya acara adalah untuk menjalin silaturahmi diantara sesama korban pelanggaran HAM khususnya korban Rumoh Geudong di Pidie dan Pidie Jaya, pendidikan HAM kepada korban dan elemen masyarakat, mengingat kembali sejarah adanya pelanggaran HAM berat di Rumoh Geudong, pemulihan untuk korban serta memberikan ruang ekspresi terhadap korban-korban dampingan Paska dengan penyampaian isi hati korban dan memberikan ruang diskusi, membaca puisi, serta menikmati Seni Hikayat yang dibawakan oleh Fuadi Klayu yang merupakan seniman dari Aceh.

Dalam Acara diskusi, korban ingin menanyakan kelanjutan setelah Kick Off pada tanggal 27 Juni 2023, karena adanya informasi pendataan lanjutan kepada korban-korban Rumoh Geudong atau korban-korban pos sattis lainnya, untuk mendapatkan manfaat dari penyelesaian Non Yudisial terhadap Pelanggaran HAM Berat, khususnya di Aceh, karena banyaknya korban maupun ahli waris Korban Rumoh Geudong tidak mendapatkan HAK sebagaimana mestinya, melainkan yang mendapatkan manfaat yaitu korban yang belum di BAP Komnas HAM, sedangkan yang di BAP Komnas HAM tidak mendapatkan manfaat dari program Kick Off ini, sehingga korban merasa dipermainkan oleh Negara.

Sulaiman Abda Perwakilan dari Wali Nanggroe juga menyampaikan bahwa untuk pemenuhan hak-hak korban, khususnya di Aceh akan kita kawal terus dengan serius sehingga manfaat dari Program Penyelesaian Pelangggaran HAM Berat dengan Mekanisme Non-Yudisial, benar-benar tepat sasaran.

Masthur Yahya, Ketua KKR Aceh mengatakan bahwa untuk tindak lanjut pendataan setelah kick off belum ada informasi yang jelas yang sampai ke KKR Aceh, jadi perlu kita kawal bersama-sama untuk kelanjutan nanti seperti apa, sehingga pendatan tidak seperti sebelumnya, padahal data-data korban-korban pelanggaran HAM berat sudah ada di KKR Aceh, tetapi pemerintah tidak melibatkan KKR Aceh dalam penyelesaian Pelanggaran HAM Berat dengan Mekanisme Non Yudisial. Mulki Program Manager yang mewakili AJAR menyampaikan bahwa juga belum memiliki informasi mengenai pendataan lanjutan untuk korban konflik setelah kick off, rencananya mereka akan melakukan audiensi ke Kemenpolhukam atau ke komnas HAM apakah sudah ada informasi terkait pendataan ulang, jika kami memiliki informasi, maka kami akan kabarkan secepatnya ke Paska Aceh.

Selain itu, pada kegiatan tersebut Paska Aceh menggelar gallery dengan Tema Bungong Jaroe yang menampilkan produk bumbu masak, kue-kue dan makanan tradisional buatan masyarakat, kerajinan tangan seperti kasab atau sehap khas aceh, mukena sulam, tas border dan aneka kerupuk. Produk-produk tersebut dihasilkan oleh korban (penyintas), disabilitas dan anggota kelompok/KSM binaan Paska Aceh.

Keterangan : Direktur Paska, Farida Haryani sedang menyampaikan kata sambutan

Keterangan : Sulaiman Abda, Perwakilan Wali Nanggroe sedang memberikan Pendapatnya

Keterangan : Masthur Yahya, Ketua KKR Aceh sedang menyampaikan pendapatnya

Keterangan : Seluruh Peserta yang hadir sedang Berdo’a Bersama