Pelatihan Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman tentang Isu Disabilitas

Dalam pengimplementasian program, baik FBA dan PASKA dituntut untuk dapat bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk tokoh dan anggota masyarakat, pemerintah dan stakeholder relevan serta individu dan organisasi berbasis disabilitas.

Pelatihan Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman tentang Isu Disabilitas

Untuk itu, beberapa waktu yang lalu pada tanggal 11-12 Mei 2017 yang jatuh pada hari kamis dan jum’at, PASKA Aceh menyelenggarakan “Pelatihan Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman Tentang Isu Disabilitas” bertempat di Aula Kantor PASKA Aceh, Jalan Cot Teungoh – Lr. Pulo Iboh, Gampong Tijue – Kab. Pidie. Peserta pertemuan ini adalah tokoh dan anggota masyarakat yang berkomitmen dan mempunyai rencana untuk mendukung dan mempromosikan inklusi disabilitas di kecamatan Pidie, Mutiara dan Grong-grong.

Peserta Pelatihan yang adalah Tokoh Masyarakat dari Kecamatan Pidie, Grong-grong dan Mutiara Sedang Mendengarkan Fasilitator Memberikan Materi.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk seluruh peserta tentang isu disabilitas. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang disabilitas, hak-hak disabilitas dan masyarakat serta lingkungan inklusi.

Fasilitator Pelatihan, Ibu Erlina Marlinda, adalah Salah Satu Anggota dari Organisasi Young Voice.

Fasilitator pada pelatihan ini adalah Ibu Erlina Marlinda dan Sdr Rejeki Metuhadi sebagai Co-Fasilitator yang merupakan tuna daksa (disabilitas). Melihat bagaimana kemampuan Ibu Erlina dan Rejeki dalam memfasilitasi kegiatan, peserta yang hadir dapat lebih cepat paham dengan isu disabilitas yang dijadikan materi pada kegiatan tersebut. Fasilitator juga meminta peserta untuk melakukan simulasi berperan sebagai Penyandang Disabilitas, dan meminta mereka untuk menjelaskan bagaimana perasaan peserta setelah melakukan simulasi tersebut. Dari simulasi tersebut, peserta bisa lebih paham bagaimana kondisi penyandang disabilitas, dan semoga para tokoh masyarakat ini bisa lebih mempedulikan hak-hak disabilitas dan keterlibatan mereka dalam kegiatan desa.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *